Benarkah Nyeri Lambung Selalu Sakit Lambung?

Ada beberapa gejala nyeri lambung yang harus Anda waspadai. Karena kalau salah diagnosa, nanti akan merembet pada pengobatan yang tidak tepat pula.

Sering kita menjumpai orang yang mengaku sudah terkena sakit maag. Padahal kasus pada gangguan lambung tidak selalu penyakit maag. Banyak sebab atau tanda untuk mengatakan orang terkena sakit maag. Salah satunya adalah radang lambung.

Gastritis atau radang lambung lebih dikenal dengan sebutan penyakit maag. Pada penderita radang lambung atau maag, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka.

Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari. Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. Radang kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia fatal. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding lambung.

Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.

Pada penderita radang lambung akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Sedangkan pada penderita radang lambung kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.

Gangguan saluran pencernaan. Obat-obat AINS dapat menyebabkan komplikasi saluran pencernaan seperti dispepsia, radang lambung, luka lambung, perdarahan lambung dan secara sistemik dengan penghambatan sintesis protaglandin. Radang lambung adalah efek lokal yang dapat terjadi pada dosis rendah, sedangkan perlukaan lambung biasanya terjadi akibat penghambatan prostaglandin secara sistemik dan sering kali tanpa gejala sebelumnya.

Pasien yang berisiko tinggi terhadap komplikasi serius saluran cerna akibat AINS (seperti luka lambung, perdarahan,) adalah mereka yang punya riwayat gangguan lambung, yang berusia lebih dari 60 tahun, dan mereka yang menggunakan secara bersamaan obat-obat lain seperti kortikosteroid, antikoagulan dan nikotin. Faktor risiko tambahan antara lain adalah jika menggunakan aspirin dan obat AINS lainnya dalam kombinasi, dan menggunakan aspirin dan obat AINS lainnya dengan alkohol. Parasetamol merupakan pilihan yang paling aman untuk pasien dengan gangguan saluran cerna.

Penyakit hati. Walaupun relatif tidak banyak terjadi, efek samping pada hati berkisar dari ringan sampai fatal dapat ditemui pada penggunaan analgetika. Salisilat bisa menyebabkan keracunan akut jika konsentrasi obat dalam darah tinggi, terutama jika pasien telah memiliki gangguan fungsi hati (seperti pada hepatitis) atau demam rematik. Pada peminum alkohol berat, risiko terjadinya keracunan hati bisa meningkat dengan pemakaian parasetamol yang berlebihan.

Penyakit yang sesuai dengan gejala-gejala yang yang telah dideskripsikan, yang disertai rasa sakit hebat pada perut bagian bawah (abdominal) dan mencret darah, umumnya ditemukan pada orang-orang usia lanjut, dan dipicu oleh makanan adalah mesenteric infarction (terganggunya jaringan pembuluh darah sekita usus), yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di mesentery. Hal ini sangat mematikan. Ischaemia Mesenteric akut (berkurangnya suplai darah ke mesentery)adalah suatu kondisi yang parah dengan resiko kematian yang  tinggi.

Mesentery adalah bagian dari dinding usus yang mengikat  keseluruhan bidang usus sampai rongga abdominal. Terhambatnya suplai darah di sekitar usus biasanya menyebabkan kematian pada jaringan tisu di bagian besar dari saluran usus bagian akhir (intestinal tract), yang akan mengakibatkan luka sayatan pada dinding saluran usus bagian akhir. Secara normal hal ini menghasilkan sakit yang teramat sangat pada perut bagian atas (abdomen) dan mencret darah. Pasien pada umumnya meninggal karena kekurangan darah yang sangat parah. Jadi, Anda juga kudu tahu benar bedanya.

 

Berita Lain
Diet Sehat untuk Penderita Maag

Masalah kelebihan berat badan bisa dialami siapa saja, termasuk penderita maag. Namun, menjalankan program diet bukan hal yang mudah.... read more

Waspada! Sakit Maag Mengincar Pada Usia Produktif

JAKARTA - Gastritis atau penyakit maag merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan tepat, dapat berakibat fatal.... read more

Makanan Berlemak yang Baik Untuk Tubuh

 Menghindari makan telur dan daging karena takut gemuk? Telur, daging, dan susu memang mengandung lemak dan bisa menambah bobot tubuh.... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (2)

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (1)

Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit... read more

copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe