Gas

Setiap orang memiliki gas yang dapat dikurangi melalui sendawa atau mengeluarkannya melalui rektum. Kebanyakan orang menghasilkan setidaknya ½ - 2 liter  perhari dan mengeluarkannya sebanyak 1-4 kali sehari.

Gas pada awalnya dibentuk dari bahan-bahan yang tidak berbau seperti karbondioksida, oksigen, nitrogen, hidrogen, dan kadang-kadang methane. Yang menyebabkan aromanya tidak menyenangkan adalah akibat ikut campur dari bakteri yang ada di usus besar yang menghasilkan sulfur.

Kelebihan gas ini cukup sering terjadi dan sangat tidak nyaman bahkan membuat malu, sehingga perlu diketahui hal-hal yang berhubungan dengan hal tersebut sehingga dapat diatasi.

Penyebab Gas
Gas dalam saluran cerna (esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar) dihasilkan dari:

  • Menelan udara
  • Dihasilkan dari proses yang terjadi antara makanan dan bakteri dalam usus besar.

Menelan udara berlebihan merupakan penyebab tersering dari gas yang terdapat dilambung. Kita menelan udara dalam jumlah kecil ketika makan dan minum.  Namun makan dan minum secara buru-buru, makan permen karet, merokok dapat mengakibatkan tertelan udara lebih banyak.

Sendawa atau bertahak merupakan jalan tersering yang mengandung nitrogen, oksigen dan karbondioksida yang meninggalkan lambung. Ada juga gas yang masuk ke usus halus kemudian diserap, dan ada lagi yang diteruskan ke rectum untuk dikeluarkan sebagai buang angin.

Tubuh kita tidak mengabsorbsi semua karbohidrat yang masuk karena waktu transitnya di usus yang relatif singkat dan ketidak tersediaan enzim untuk mengolah karbohidrat tersebut di usus.

Bahan maknanan yang tidak diserap tersebut masuk ke usus halus kemudian menuju usus besar , dalam keadaan normal bakteri akan menguraikan makanan tersebut dan menghasilkan hydrogen, kaarbondioksida, dan methan, kemudian dikeluarkan ke rectum.

Makanan dapat menyebabkan timbulnya gas pada seseorang tetapi belum tentu pada orang lain. Hal ini sangat dipengaruhi oleh keseimbangan bakteri dalam usus.

  • Makanan yang mengandung karbohidrat dapat menyebabkan gas. Sedangkan lemak dan protein menghasilkan gas lebih sedikit.
  • Jenis gula yang menyebabkan gas adalah  raffinose, lactose, fructose, and sorbitol
  • Jenis serat yang tidak larut tidak terurai sebelum tiba di usus besar, disana kemudian terurai dan menghasilkan gas.

Masalah pencernaan yang timbul akibat gas
Timbulnya masalah masalah pencernaan yang timbul akibat gas seperti buang angina, perut kembung / begah, sakit perut, dan sendawa tergantung dari banyaknya gas yang dihasilkan oleh tubuh, banyaknya asam lemak yang diserab oleh tubuh dan sensitifitas saluran cerna seseorang terhadap gas.

Sendawa
Sendawa sesudah makan merupakan hal yang wajar dimana lambung yang sudah berisi makanan mendesak  gas sehingga dikeluarkan melalui sendawa. Jika sendawa berlebihan kemungkinan akibat menelan udara terlalu banyak. Namun jika terdapat sendawa yang berlebihan harus dicurigai adanya kelainan saluran cerna bagian atas seperti tukak peptic, gastroesophageal reflux disease (GERD), atau gastroparesis. Karena anggapan sendawa dapat mengurangi ketidak nyamanan di perut, beberapa orang melakukan sendawa secara rutin atau tidak untuk mengatasinya sebagai kebiasaan.

Buang gas (flatus)
Cara laian yang bisa digunakan untuk mengurangi gas adalah melalui rectum yaitu sebagai flatus. Jika terlalu sering flatus dicurigai terjadi malabsorpsi.karbohidrat.

Perut kembung
Banyak orang percaya kembung akibat gas yang terlalu banyak dalam saluran cerna. Namun tidak jarang diantaranya ternyata mengandung gas dalam jumlah yang normal. Dalam medis dikenal penyakit yang disebut irritable bowel syndrome (IBS), dimana salah satu penyebabnya dicurigai adalah akibat gangguan gerakan dan motilitas otot usus sehingga meningkatkan sensitifitas nyeri di usus dan memberikan sensasi kembung.

Test diagnosis

  • anamnesa mengenai diet
  • test darah dan nafas untuk menentukan adanya intolerasi laktosa
  • menghitung berapa kali mengeluarkan gas, dan mencatat dalam catatan
  • pemeriksaan lain sesuai keluhan yang menyertai

Terapi

  1. pengaturan diet  :
    - membatasi konsumsi produk susu seperti keju, es krim, dan salad.
    - mengurangi  makanan berlemak tinggi.
    - membatasi konsumsi sayuran seperti brokoli, bawang dan asparagus.
    - membatasi konsumsi buah-buahan seperti pear, apple dan peach.
    - membatasi konsumsi soft drinks sari buah
    - makanan yang mengandung sorbitol, seperti makanan diet sugar free.
  2. obat OTC seperti simetikon, suplemen enzim laktase, antasida seperti Promag
  3. obat resep dokter
  4. hindari menelan udara seperti jangan makan permen karet
  5. periksa gigi ke dokter gigi misalnya pada pengguna gigi palsu.

 






copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe