Iritasi Lambung Pada Anak, Berbahayakah?

Sebenarnya, agak sulit mendeteksi bahwa anak-anak pun bisa terkena penyakit pencernaan. Bahkan pada bayi pun, urusan pencernaan ternyata juga bisa jadi persoalan. Sebabnya macam-macam loh.

Pernah dengar yang namanya gumoh pada anak?  Untuk orangtua baru, mungkin hal itu bikin panic. Padahal sebenarnya, tidak ada yang perlu dikuatirkan. Normal terjadi pada bayi karena berkaitan dengan fungsi pencernaannya yang masih belum sempurna.

Juga karena kapasitas lambungnya masih terbatas dan otot polos saluran cernanya masih lemah. Tak heran kala ia tengah bersemangat minum, lambung tak dapat menampung aliran susu yang masuk, yang bisa menyebabkan gumoh.

Tapi hati-hati juga. Perlu Anda perhatikan, bila bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. Tentu saja ini berbahaya. Terlebih bila si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Jika ini yang terjadi, tak ada pilihan lain kecuali membawanya ke dokter.

Nah, saya sering ditanya juga, kalau anak-anak kena maag, bagaimana menghadapinya?  Ada hal yang kudu benar-benar Anda ketahui. Biasanya dokter lebih memilih istilah dispepsia untuk gejala-gejala seperti perut kembung dan agak perih yang terjadi pada anak-anak. Namun orang awam sering mengasosiasikan gejala tersebut sebagai maag.

Padahal, maag pada anak-anak tidak sama dengan yang terjadi pada orang dewasa. Perbedaannya, maag pada orang dewasa biasanya bisa sampai mengakibatkan luka lambung. Sedangkan pada anak jarang terjadi, paling hanya iritasi lambung.

Penyebab iritasi pada anak, tidak jauh beda dengan orang dewasa. Penyebab iritasi umumnya karena anak mengonsumsi makanan yang sebenarnya belum dapat diterima lambung, semisal makanan pedas. Tidak semua anak tahan dengan makanan pedas. Bahkan selain bikin perut perih, makanan pedas bisa berakibat lebih parah, yakni muntah-muntah dan BAB berdarah. Nah, sekarang kenali maag pada anak Anda dong..
 






copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe