files/steak.jpg

Makanan Berlemak, Ganggu Metabolisme di Lambung

Makanan berlemak memang jadi pantangan untuk penderita maag. Kecuali memang nekat mau teriak-teriak kesakitan perut melilit. Penyakit lambung yang satu ini memang terkesan manja. Karena pilihan makanan harus benar-benar hati-hati dan tidak boleh sembarangan.

Istilah sakit maag sebenarnya adalah istilah umum. Istilah kedokteran untuk sakit maag, menurutnya, adalah dyspepsia. Dalam dunia kedokteran ada dua jenis penyakit dyspepsia, yakni dyspepsia jenis organik dan fungsional. Inti dari penyakit itu adanya keluhan, rasa mual di ulu hati, kembung, dan rasa lain yang disebabkan oleh kelainan saluran pencernaan.

Dokter yang mendiagnosis penderita sakit maag, biasanya diperiksa tingkat keseriusan yang ada di peradangan lambung dan usus pasien. Ciri dalam dyspepsia organik adalah terdapat peradangan di sekitar lambung atau lecet-lecet yang disebabkan karena tumor atau penyakit-penyakit lain yang menyebabkan luka.

Biasanya penderita untuk jenis dyspepsia fungsional tidak diketemukan tanda-tanda tertentu di saat lambungnya diteropong. Penderita seperti itu hanya merasakan perutnya kembung, tanpa ada penyebab yang pasti. Biasanya, penderita seperti itu lebih karena disebabkan faktor stress, yang seolah-olah perutnya mengalami keluhan tertentu..

Bukan dilakukan dengan pengobatan secara medis. Dalam dyspepsia fungsional tidak diketemukan keanehan, termasuk jenis bakteri Helibacter Pylori yang biasa menyerang pada penderita sakit maag jenis organik.

Disarankan penderita sakit maag tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas. Makan pedas, katanya, akan membuat perut kembung dan menyebabkan luka pada lambung. Penderita sakit maag, disarankan untuk mengonsumsi air putih yang banyak karena fungsi air putih itu akan memperlancar saluran makanan.

Hasil penelitian Journal of Clinical Sleep Medicine yang disiarkan tanggal 15 Oktober lalu menguji data dari dari 320 orang pria dan wanita yang menjalani tes lebih dari separuhnya mengalami obesitas. Para peneliti dari University of Arizona College of Medicine dan Harvard Medical School menemukan hubungan antara tingginya angka gangguan pernafasan, lambung dengan tingginya konsumsi kolesterol, lemak trans dan kecenderungan konsumsi asam lemak jenuh dan total lemak yang tinggi.

Meskipun teleh disesuaikan dengan index massa tubuh, jumlah jam tidur dan umur, orang yang memingkat Recommended Daily Intake (RDI) tinggi makan secara rata-rata, 88% milligram lebih kolesterol per hari dibandingkan dengan yang memiliki tingkat RDI rendah. Wanita dengan tingkat RDI lebih tinggi secara rata-rata makan lebih banyak porsi protein, jumlah lemak dan asama lemak jenuh. (Protein tinggi dikaitkan dengan kelebihan kalori).

Para peneliti percaya karena gangguan pernafasan dihubungkan dengan diet sembarangan untuk menurunkan berat badan. Gangguan pernafasan bisa memberi akibat terganggunya hormon yang mengatur selera makan. Mereka juga menduga kemungkinan adanya hubungan antara gangguan nafas saat tidur dengan makan terlalu banyak makanan berlemak.

Jadi, sebenarnya makanan berlemak itu ‘berbahaya’ untuk penderita sakit maag. Apalagi kalau ditambah dengan gangguan tidur. Jadi, masih nekat makan yang berlemak?
 

Berita Lain
Diet Sehat untuk Penderita Maag

Masalah kelebihan berat badan bisa dialami siapa saja, termasuk penderita maag. Namun, menjalankan program diet bukan hal yang mudah.... read more

Waspada! Sakit Maag Mengincar Pada Usia Produktif

JAKARTA - Gastritis atau penyakit maag merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan tepat, dapat berakibat fatal.... read more

Makanan Berlemak yang Baik Untuk Tubuh

 Menghindari makan telur dan daging karena takut gemuk? Telur, daging, dan susu memang mengandung lemak dan bisa menambah bobot tubuh.... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (2)

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (1)

Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit... read more

copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe