files/Obat maag ganggu ibu menyusui.jpg

Obat Maag, Berpengaruh Buruk Pada Ibu Menyusui?

Menyusui bayi, memang sebuah pengalaman menakjubkan bagi seorang ibu. Tapi kalau menderita sakit maag dan harus sering minum obat, apa pengaruhnya ya buat si anak?

Menyusui  bagi seorang ibu adalah anugerah yang luarbiasa. Ketika melakukannya, dia menjadi sangat dekat dan erat dengan bayinya.  Tapi sedikit ‘terganggu’ ketika si ibu ternyata menderita sakit maag atau punya penyakit lambung lainnya. Sebenarnya, apa sih korelasi ibu yang sedang menyusui dengan sakit maag yang dideritanya?

Kekuatiran yang wajar sebenarnya. Maklumlah, penderita sakit maag harus minum obat dan menjaga pola hidupnya, termasuk soal makanan. Dan itu ada hubungannya dengan produksi air susu ibu [ASI] dari seorang ibu.  Banyak yang bertanya, apakah obat yang mereka minum nanti bisa ‘transfer’ ke anak lewat air susu, padahal dosisnya untuk orang dewasa.

Di beberapa studi literatur yang pernah ditulis, termasuk beberapa pendapat dokter, mengkonsumsi obat maag tidak ada bahayanya untuk anak yang sedang menyusui. kerja obatnya secara umum bersifat "lokal" alias hanya di saluran cerna. Obat-obat maag ini umumnya tidak diserap ke dalam pembuluh darah sehingga tidak mempengaruhi ASI ke bayi.

Sekadar ilustrasi, ada beberapa penjelasan mengenai obat yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.  Menurut Dr. I.G.A.N. Partiwi, SpA, MARS dari  Rumah Sakit Ibu dan Anak BUNDA, mengutip penjelasan dari WHO dan diadaptasi dari "Breastfeeding Counselling: A Training Course,"  Obat yang diperbolehkan, adalah obat yang tidak diketahui efek samping atau secara teoritis tidak ada kontraindikasi. Aman untuk ibu dan bayi yang disusui. Kemudian, Obat diperbolehkan tetapi perlu diawasi efek sampingnya pada bayi. Secara teori bisa menimbulkan efek samping tapi belum terbukti atau efek sampingnya ringan dan jarang.

Selain itu, Obat yang harus dihindari karena efek sampingnya pada bayi. Digunakan hanya bila ibu amat membutuhkannya. Bila terjadi efek samping pada bayi, ASI dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah pengobatan selesai. Ibu tetap dapat memeras ASI agar ASI tak berkurang. Obat yang dihindari karena menghambat proses  menyusui. Jika ibu harus mengonsumsi obat tersebut untuk periode pendek, tak perlu stop ASI.

ASI yang sedikit diatasi dengan merangsang bayi menyusu lebih sering. Dan yang tidak kalah penting, Obat yang tidak boleh diberikan karena efek samping berbahaya untuk bayi. Ibu dianjurkan menghentikan ASI hingga terapi selesai. Untungnya, sangat sedikit obat dalam kategori ini.

Yang perlu diketahui juga, seorang ibu harus punya pemahaman,  ASI dapat menjadi media pengenalan alergen bagi bayi yang dikandungnya. Karena itu, ibu hamil yang menderita sakit maag sebaiknya menghindari makanan pencetus sakit maag, asap rokok, debu, dan tidur di kamar yang bebas dari alergen.

Setelah bayi lahir, usahakan memberi ASI pada bayinya karena ASI dapat mencegah alergi. Sementara itu, susu sapi dilaporkan banyak menimbulkan reaksi alergi. Perlu diingat, alergen dapat mengalir dari ASI. Karena itu, ibu menyusui yang memberi ASI harus mencegah konsumsi zat-zat yang dapat mencetuskan alergi. Dari penjelasan di atas soal obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, seorang ibu bisa mencegah si anak ‘keracunan’ atau kena imbas dari pengobatan yang dilakukannya. Anda tidak mau begitu bukan?




                       


               

 

Berita Lain
Diet Sehat untuk Penderita Maag

Masalah kelebihan berat badan bisa dialami siapa saja, termasuk penderita maag. Namun, menjalankan program diet bukan hal yang mudah.... read more

Waspada! Sakit Maag Mengincar Pada Usia Produktif

JAKARTA - Gastritis atau penyakit maag merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan tepat, dapat berakibat fatal.... read more

Makanan Berlemak yang Baik Untuk Tubuh

 Menghindari makan telur dan daging karena takut gemuk? Telur, daging, dan susu memang mengandung lemak dan bisa menambah bobot tubuh.... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (2)

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
... read more

Jangan Remehkan Radang Tenggorokan (1)

Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit... read more

copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe