Rehidrasi Tepat Membantu Mencegah Kematian Akibat DBD

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Perbedaan yang paling utama adalah pada demam dengue tidak ditemukan manifestasi perdarahan pada penderita. Gejala demam dengue pada anak-anak biasanya tidak terlalu berat, tetapi pada kebanyakan orang dewasa terdapat gejala yang agak berat seperti nyeri tulang/ngilu, dan pada fase pemulihan dapat disertai fatiq dan depresi.

Demam berdarah dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis di seluruh belahan dunia. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena curah hujan di Asia yang sangat tinggi terutama di Asia timur dan selatan ditambah dengan sanitasi lingkungan yang tidak bagus. Jumlah penderitanya tiap tahun meningkat dan hampir 95% menyerang anak di bawah usia 15 tahun.

Dilansir dari situs http://www.blogdokter.net/2008/06/27/demam-berdarah-dengue/ , WHO memperkirakan lebih dari 500.000 dari 50 juta kasus demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit dan lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue.

Gejala dari penyakit ini adalah timbulnya demam yang akut, selama 2 hingga 7 hari, dengan 2 atau lebih gejala-gejala berikut: nyeri kepala, nyeri pada mata, nyeri otot, nyeri persendian, bintik-bintik pada kulit sebagai manifestasi perdarahan dan penurunan leukosit.
Karena penyakit ini dapat mengakibatkan kematian, penanganan dan penatalaksaan yang tepat dan cepat sangat diperlukan. Diagnosa yang cepat harus segera diberikan sebelum akhirnya jatuh ke dalam syok yang bisa mengakibatkan kematian. Syok ditandai dengan tanda-tanda seperti, denyut nadi menjadi cepat dan lemah, tekanan darah yang menurun, permukaan kulit yang dingin, terutama di bagian ujung kaki dan tangan, dan gangguan kesadaran.

Sebelum pasien memasuki tahap syok, sebaiknya dilakukan penanganan yang sesuai, yaitu dengan memperhatikan konsumsi air ke dalam tubuh penderita . Syok bisa dicegah secara dini dengan asupan cairan yang cukup . Mengapa pasien demam memerlukan asupan cairan yang banyak? Perlu diketahui bahwa cairan dalam tubuh berfungsi sebagai termoregulator yang artinya dapat menjaga suhu tubuh tetap normal, sehingga ketika demam, dibutuhkan cairan untuk menurunkan suhu tubuh. Setiap kenaikan suhu tubuh 1oC, memerlukan tambahan 10% dari kebutuhan air normal. Cairan tersebut dibutuhkan untuk menggantikan air dan ion yang keluar akibat produksi keringat yang berlebih dan nafsu makan dan minum yang biasanya berkurang pada penderita demam.

Dr Helmin Agustina Silalahi, Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk menyebutkan bahwa, konsumsi cairan pada demam yang disertai tanda-tanda dehidrasi  untuk anak-anak adalah 50 ml/kg berat badan dan harus diberikan pada 4-6 jam pertama, kemudian dilanjutkan dengan 80-100ml/kg berat badan sampai 24 jam sisanya sebagai maintanance. Sedangkan untuk orang dewasa, dianjurkan untuk mengonsumsi 2,5 – 4 liter air/ hari.

WHO merekomendasikan konsumsi oralit dan jus buah sebagai bahan alami untuk proses rehidrasi. Untuk Anda yang mementingkan rasa, ada alternatif minuman alami yang lain yang dapat dikonsumsi, yaitu air kelapa. Mengapa air kelapa? Air kelapa ternyata mengandung air dan ion alami yang kandungannya hampir sama dengan cairan tubuh. Selain rasanya digemari dan tidak menyebabkan mual, air kelapa juga mudah didapatkan.

Kandungan air dalam satu buah kelapa adalah sekitar 400 - 465 cc. Kandungan nutrisi dari air kelapa terdiri dari vitamin C dan beberapa jenis vitamin B seperti niacin, asam pantotenat, biotin, riboflavin, asam folat, dan thiamin. Di samping itu juga air kelapa mengandung asam amino, glukosa, serta mineral, seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi.






copyright 2008 Kalbe Farma
kalbe