ARTIKEL

Inilah Dua Akibat Jika Salah Makan

Print

Banyak orang tidak memerhatikan makanan yang masuk ke tubuh. Akibatnya, tiba-tiba ada yang tidak beres pada perut.

Hal itu kita kenal dengan “salah makan”, dan berikut ini adalah beberapa konsekuensi yang paling sering terjadi.

Dispepsia
Istilah dispepsia berasal dari Yunani yang berarti “pencernaan yang buruk”. Di sini, ia lebih populer dengan sebutan maag yang, menurut konsensus Roma, merupakan suatu kumpulan gejala rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada abdomen tengah atas. Gejala-gejala yang menyertai maag meliputi kembung, cepat kenyang, perut terasa penuh, mual, hingga muntah.

Bicara soal penyebab, ternyata maag dapat dipicu oleh banyak hal. Ia bukan sekadar persoalan ketidakteraturan pola makan, tetapi juga kebiasaan makan camilan berlemak atau yang mengiritasi lambung, minum kopi atau soda dalam jumlah banyak dalam sehari, merokok, hingga stres. Lantas bagaimana kita mengatasinya?

Beberapa makanan dan minuman seperti berikut perlu menjadi perhatian, supaya tidak dikonsumsi secara berlebihan:

  • Makanan yang mengandung gas: Makanan berlemak, sayuran tertentu (sawi dan kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong), serta minuman bersoda.
  • Makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung: kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari buah sitrus, susu full cream.
  • Makanan yang sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung: kue tart, keju.
  • Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung: makanan bercuka, pedas, merica.
  • Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah: makanan tinggi lemak, gorengan.

Diare akut 
Secara formal, diare akut didefinisikan sebagai suatu peningkatan berat feses hingga mencapai lebih dari 200 gram per hari. Kategori “akut” terjadi jika diare berlangsung hingga selama dua minggu. Dan jika ia berlangsung lebih lama, maka ia bisa dikategorikan sebagai diare kronis.

Diare akut paling sering terjadi dikarenakan adanya infeksi - dampak dari musim pancaroba dan kurangnya perhatian orang atas apa yang dikonsumsi. Namun, selain itu, ia juga bisa disebabkan hal lain, seperti keracunan obat, efek samping kemoterapi, puasa dalam waktu lama, juga malabsorbsi zat makanan.

Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengenali gejala klinis diare akut:

  • Lidah kering
  • Haus
  • Mual dan muntah (dominan pada kasus keracunan makanan)
  • Nyeri pada perut, mulas.
  • Demam. 

Jika Anda telah mengenali gejala dan penyebab diare akut, beberapa terapi bisa dilakukan, seperti rehidrasi dengan oralit atau infuse RL, memberikan antibiotika (tergantung penyebab), memberikan obat anti-diare hingga antispasmodik, jika perlu.

Source: http://www.readersdigest.co.id/info-medis/dua+akibat+salah+makan