FAQ

"Sakit maag", dalam dunia medis disebut dengan dispepsia. Pada dasarnya, dispepsia memiliki 3 tipe yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada lambung

  • Tipe Ulkus

    Pada umumnya penderita akan merasakan nyeri di daerah ulu hati yang dapat menjalar tembus ke tubuh bagian belakang, dan sering menyerang pada malam hari. Namun, biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah makan. Tapi, keluhan nyeri hilang hanya sementara, jika tidak diatasi maka kemudian nyeri akan timbul kembali.

  • Tipe Dismotilitas

    Tipe ini menimbulkan gejala sebagai berikut: kembung, rasa penuh pada perut, cepat merasa kenyang, dan mual hingga muntah.

  • Tipe campuran

    Tipe campuran merupakan gabungan antara tipe ulkus dan dismotilitas. Jenis ini dapat membuat penderita maag ini akan mererasakan ketidaknyamanan yang begitu menyiksa, rasa nyeri yang sangat hebat, dan perut teramat kembung.

  1. Mengubah pola makan
    • Ketimbang makan dengan porsi besar, 2-3 kali sehari, sebaiknya makan dengan frekuensi lebih sering namun dengan porsi kecil-kecil
    • Jangan berbaring, 2-3 jam setelah makan
    • Hindari makan besar atau kudapan sesaat sebelum tidur
    • Hindari cokelat dan alkohol karena dapat membuat klep antara esofagus dan lambung mengendur, sehingga dapat memperparah gejala maag
    • Hindari makanan-makanan yang dapat memicu gejala maag
  2. Tidak merokok
  3. Tidak menggunakan pakaian yang ketat, terutama di daerah perut tengah (daerah ulu hati atau tempat lambung kira-kira berada)
  4. Memastikan berat badan tubuh normal dan ideal. Jika berat badan berlebih, maka sangat baik jika melakukan penurunan berat badan
  1. Makanan yang Banyak Mengandung Gas:
    • Lemak hewani,
    • sawi,
    • kol,
    • nangka,
    • pisang ambon,
    • kedondong,
    • minuman bersoda,
    • buah yang dikeringkan
  2. Makanan yang Merangsang Keluarnya Asam Lambung:
    • Anggur putih,
    • kopi,
    • minuman beralkohol,
    • sari buah sitrus.
  3. Makanan yang Sulit Dicerna Membuat Pengosongan Lambung Lebih Lambat
    • Jika pengosongan lambung tertunda lebih dari waktu sewajarnya, maka membuat kinerja lambung dua kali lebih banyak. Dengan demikian akan mencetus gas dan akan semakin memperparah gejala maag yang berpotensi muncul.
    • Kue tart,
    • makanan berlemak,
    • keju.
  4. Makanan yang Dapat Merusak Dinding Lambung:
    • Cuka,
    • pedas,
    • merica dan
    • bumbu yang kuat dan bersifat asam (acid).
  5. Makanan yang Melemahkan Klep Kerongkongan Bawah:
    • Alkohol / minuman keras,
    • cokelat,
    • makanan tinggi lemak dan
    • gorengan.
  6. Sumber karbohidrat:
    • Beras ketan,
    • mie,
    • bihun,
    • bulgur,
    • jagung,
    • singkong,
    • talas,
    • serta dodol.

Sakit maag dapat disebabkan oleh pemicu fisik maupun psikologis, di antaranya adalah:

  • Adanya regurgitasi atau refluks (naiknya isi lambung ke bagian atas saluran pencernaan), yang biasanya disebabkan oleh GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
  • Adanya penyakit yang menyebabkan gangguan pergerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan seperti adanya IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Ulkus lambung atau ulkus pada usus 12 jari
  • Adanya intoleransi laktosa yaitu adanya masalah dalam mencerna susu dan produk susu yang masuk ke dalam saluran pencernaan
  • Stres psikologis dan stres fisik
  • Makan atau minum terlalu cepat sehingga banyak menelan air
  • Efek samping mengkonsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan tertentu yang dapat memicu sakit maag seperti aspirin, antibiotik, steroid, digoksin, dan teofilin
  • Kanker lambung
  • Pertama, ketahuilah jenis sakit maag dan penyebabnya. Penanganan sakit maag sangat bergantung dari penyebabnya
  • Setelah diketahui penyebabnya, maka pengobatan dapat dikhususkan dan difokuskan untuk mengatasi penyebabnya. Selain itu juga dapat diberikan obat-obatan untuk menangani dan meredakan gejala
  • Yang terpenting adalah mengenali pemicu, agar dapat dihindari untuk menghindari kekambuhan

"Sakit maag", dalam dunia medis disebut dengan dispepsia. Pada dasarnya, dispepsia memiliki 3 tipe yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada lambung

  • Tipe Ulkus

    Pada umumnya penderita akan merasakan nyeri di daerah ulu hati yang dapat menjalar tembus ke tubuh bagian belakang, dan sering menyerang pada malam hari. Namun, biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah makan. Tapi, keluhan nyeri hilang hanya sementara, jika tidak diatasi maka kemudian nyeri akan timbul kembali.

  • Tipe Dismotilitas

    Tipe ini menimbulkan gejala sebagai berikut: kembung, rasa penuh pada perut, cepat merasa kenyang, dan mual hingga muntah.

  • Tipe campuran

    Tipe campuran merupakan gabungan antara tipe ulkus dan dismotilitas. Jenis ini dapat membuat penderita maag ini akan mererasakan ketidaknyamanan yang begitu menyiksa, rasa nyeri yang sangat hebat, dan perut teramat kembung.

  1. Mengubah pola makan
    • Ketimbang makan dengan porsi besar, 2-3 kali sehari, sebaiknya makan dengan frekuensi lebih sering namun dengan porsi kecil-kecil
    • Jangan berbaring, 2-3 jam setelah makan
    • Hindari makan besar atau kudapan sesaat sebelum tidur
    • Hindari cokelat dan alkohol karena dapat membuat klep antara esofagus dan lambung mengendur, sehingga dapat memperparah gejala maag
    • Hindari makanan-makanan yang dapat memicu gejala maag
  2. Tidak merokok
  3. Tidak menggunakan pakaian yang ketat, terutama di daerah perut tengah (daerah ulu hati atau tempat lambung kira-kira berada)
  4. Memastikan berat badan tubuh normal dan ideal. Jika berat badan berlebih, maka sangat baik jika melakukan penurunan berat badan
  1. Makanan yang Banyak Mengandung Gas:
    • Lemak hewani,
    • sawi,
    • kol,
    • nangka,
    • pisang ambon,
    • kedondong,
    • minuman bersoda,
    • buah yang dikeringkan
  2. Makanan yang Merangsang Keluarnya Asam Lambung:
    • Anggur putih,
    • kopi,
    • minuman beralkohol,
    • sari buah sitrus.
  3. Makanan yang Sulit Dicerna Membuat Pengosongan Lambung Lebih Lambat
    • Jika pengosongan lambung tertunda lebih dari waktu sewajarnya, maka membuat kinerja lambung dua kali lebih banyak. Dengan demikian akan mencetus gas dan akan semakin memperparah gejala maag yang berpotensi muncul.
    • Kue tart,
    • makanan berlemak,
    • keju.
  4. Makanan yang Dapat Merusak Dinding Lambung:
    • Cuka,
    • pedas,
    • merica dan
    • bumbu yang kuat dan bersifat asam (acid).
  5. Makanan yang Melemahkan Klep Kerongkongan Bawah:
    • Alkohol / minuman keras,
    • cokelat,
    • makanan tinggi lemak dan
    • gorengan.
  6. Sumber karbohidrat:
    • Beras ketan,
    • mie,
    • bihun,
    • bulgur,
    • jagung,
    • singkong,
    • talas,
    • serta dodol.

Sakit maag dapat disebabkan oleh pemicu fisik maupun psikologis, di antaranya adalah:

  • Adanya regurgitasi atau refluks (naiknya isi lambung ke bagian atas saluran pencernaan), yang biasanya disebabkan oleh GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
  • Adanya penyakit yang menyebabkan gangguan pergerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan seperti adanya IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Ulkus lambung atau ulkus pada usus 12 jari
  • Adanya intoleransi laktosa yaitu adanya masalah dalam mencerna susu dan produk susu yang masuk ke dalam saluran pencernaan
  • Stres psikologis dan stres fisik
  • Makan atau minum terlalu cepat sehingga banyak menelan air
  • Efek samping mengkonsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan tertentu yang dapat memicu sakit maag seperti aspirin, antibiotik, steroid, digoksin, dan teofilin
  • Kanker lambung
  • Pertama, ketahuilah jenis sakit maag dan penyebabnya. Penanganan sakit maag sangat bergantung dari penyebabnya
  • Setelah diketahui penyebabnya, maka pengobatan dapat dikhususkan dan difokuskan untuk mengatasi penyebabnya. Selain itu juga dapat diberikan obat-obatan untuk menangani dan meredakan gejala
  • Yang terpenting adalah mengenali pemicu, agar dapat dihindari untuk menghindari kekambuhan

"Sakit maag", dalam dunia medis disebut dengan dispepsia. Pada dasarnya, dispepsia memiliki 3 tipe yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada lambung

  • Tipe Ulkus

    Pada umumnya penderita akan merasakan nyeri di daerah ulu hati yang dapat menjalar tembus ke tubuh bagian belakang, dan sering menyerang pada malam hari. Namun, biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah makan. Tapi, keluhan nyeri hilang hanya sementara, jika tidak diatasi maka kemudian nyeri akan timbul kembali.

  • Tipe Dismotilitas

    Tipe ini menimbulkan gejala sebagai berikut: kembung, rasa penuh pada perut, cepat merasa kenyang, dan mual hingga muntah.

  • Tipe campuran

    Tipe campuran merupakan gabungan antara tipe ulkus dan dismotilitas. Jenis ini dapat membuat penderita maag ini akan mererasakan ketidaknyamanan yang begitu menyiksa, rasa nyeri yang sangat hebat, dan perut teramat kembung.

  1. Mengubah pola makan
    • Ketimbang makan dengan porsi besar, 2-3 kali sehari, sebaiknya makan dengan frekuensi lebih sering namun dengan porsi kecil-kecil
    • Jangan berbaring, 2-3 jam setelah makan
    • Hindari makan besar atau kudapan sesaat sebelum tidur
    • Hindari cokelat dan alkohol karena dapat membuat klep antara esofagus dan lambung mengendur, sehingga dapat memperparah gejala maag
    • Hindari makanan-makanan yang dapat memicu gejala maag
  2. Tidak merokok
  3. Tidak menggunakan pakaian yang ketat, terutama di daerah perut tengah (daerah ulu hati atau tempat lambung kira-kira berada)
  4. Memastikan berat badan tubuh normal dan ideal. Jika berat badan berlebih, maka sangat baik jika melakukan penurunan berat badan
  1. Makanan yang Banyak Mengandung Gas:
    • Lemak hewani,
    • sawi,
    • kol,
    • nangka,
    • pisang ambon,
    • kedondong,
    • minuman bersoda,
    • buah yang dikeringkan
  2. Makanan yang Merangsang Keluarnya Asam Lambung:
    • Anggur putih,
    • kopi,
    • minuman beralkohol,
    • sari buah sitrus.
  3. Makanan yang Sulit Dicerna Membuat Pengosongan Lambung Lebih Lambat
    • Jika pengosongan lambung tertunda lebih dari waktu sewajarnya, maka membuat kinerja lambung dua kali lebih banyak. Dengan demikian akan mencetus gas dan akan semakin memperparah gejala maag yang berpotensi muncul.
    • Kue tart,
    • makanan berlemak,
    • keju.
  4. Makanan yang Dapat Merusak Dinding Lambung:
    • Cuka,
    • pedas,
    • merica dan
    • bumbu yang kuat dan bersifat asam (acid).
  5. Makanan yang Melemahkan Klep Kerongkongan Bawah:
    • Alkohol / minuman keras,
    • cokelat,
    • makanan tinggi lemak dan
    • gorengan.
  6. Sumber karbohidrat:
    • Beras ketan,
    • mie,
    • bihun,
    • bulgur,
    • jagung,
    • singkong,
    • talas,
    • serta dodol.

Sakit maag dapat disebabkan oleh pemicu fisik maupun psikologis, di antaranya adalah:

  • Adanya regurgitasi atau refluks (naiknya isi lambung ke bagian atas saluran pencernaan), yang biasanya disebabkan oleh GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
  • Adanya penyakit yang menyebabkan gangguan pergerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan seperti adanya IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Ulkus lambung atau ulkus pada usus 12 jari
  • Adanya intoleransi laktosa yaitu adanya masalah dalam mencerna susu dan produk susu yang masuk ke dalam saluran pencernaan
  • Stres psikologis dan stres fisik
  • Makan atau minum terlalu cepat sehingga banyak menelan air
  • Efek samping mengkonsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan tertentu yang dapat memicu sakit maag seperti aspirin, antibiotik, steroid, digoksin, dan teofilin
  • Kanker lambung
  • Pertama, ketahuilah jenis sakit maag dan penyebabnya. Penanganan sakit maag sangat bergantung dari penyebabnya
  • Setelah diketahui penyebabnya, maka pengobatan dapat dikhususkan dan difokuskan untuk mengatasi penyebabnya. Selain itu juga dapat diberikan obat-obatan untuk menangani dan meredakan gejala
  • Yang terpenting adalah mengenali pemicu, agar dapat dihindari untuk menghindari kekambuhan